SIDOARJO, FileNews.co.id - Asap hitam membumbung tinggi di kawasan padat Waru, Sidoarjo, siang ini setelah kebakaran menghanguskan empat rumah toko (ruko) di Desa Tambakrejo, Kecamatan Waru. Tidak ada korban jiwa, tetapi kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Kebakaran diketahui warga sekitar pukul 12.00 WIB, tak lama setelah salat Zuhur. Api diduga bermula dari area penumpukan sampah dan barang bekas yang mudah terbakar, sebelum kemudian merambat ke bangunan-bangunan di sekitarnya.
Dugaan Puntung Rokok
Warga menduga api dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan ke tumpukan rongsokan. Namun, penyebab pasti kebakaran masih diperiksa pihak berwenang.
“Kan ada spons-spons rongsokan yang mudah terbakar, mungkin rokoan belum mati dilempar,” ujar Jaenuri, warga sekitar lokasi.
Dalam hitungan singkat, kobaran api membesar dan menyemburkan asap hitam pekat. Kondisi permukiman yang padat serta akses jalan sempit menyulitkan mobil pemadam kebakaran mendekati titik api.
Petugas Berjuang Kendalikan Api
Petugas Damkar akhirnya berhasil melokalisasi api agar tidak merembet lebih luas. Namun, proses pemadaman belum sepenuhnya tuntas karena banyaknya barang mudah terbakar di sekitar lokasi.
Danton Damkar Pos Buduran, Sutoyo, menyatakan pihaknya mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran: dua unit dari Pos Buduran, satu dari Pos Waru, dan satu dari Pos Kota.
“Kita terus berupaya maksimal melakukan pemadaman karena objek yang terbakar berdekatan dengan rumah dan toko warga,” ujarnya.
Area Dibatasi untuk Penyelidikan
Untuk kepentingan penyelidikan, polisi memasang garis pembatas dan menutup area bangunan yang terbakar dari akses umum.
Pemeriksaan masih berlangsung untuk memastikan penyebab kebakaran serta menghitung nilai kerugian secara pasti.
Kebakaran ini kembali menyoroti risiko penumpukan material bekas di kawasan permukiman padat. Material seperti spons, kardus, plastik, dan kayu bekas dapat mempercepat perambatan api, terutama saat akses pemadaman terbatas.
(Rophy Pareno)
















